oleh

Kemenpar Terus Sosialisasikan Imbauan Wisata Aman dan Nyaman Saat Libur Nataru di Bali

Bali, sebagai destinasi unggulan wisatawan, telah mempersiapkan berbagai langkah mitigasi, seperti pembukaan Posko Nataru, penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas di lokasi yang berpotensi mengalami kemacetan, seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padangbai, kawasan wisata Bedugul, Kuta, hingga Ubud.

Langkah lainnya mencakup penyediaan sarana dan prasarana untuk menghadapi cuaca buruk dan bencana alam, serta monitoring dan evaluasi secara berkala yang terus dilakukan. Upaya ini melibatkan InJourney, Polda Bali, Satlantas Polres Setempat, Dishub Provinsi Bali, dan pihak terkait lainnya.

“Langkah-langkah ini diambil sebagai pelajaran dari pengalaman sebelumnya. Harapannya, hingga akhir tahun dan awal tahun baru, semuanya berjalan lancar,” tambah Ni Made.

Kadispar Provinsi Bali, Tjokorda Bagus Pemayun, menyatakan bahwa Bali, sebagai destinasi pariwisata internasional, selalu siap menghadapi momen-momen besar, termasuk Natal dan Tahun Baru.

Pihaknya telah mengoptimalkan peran Satgas Tata Kelola Pariwisata yang melibatkan berbagai pihak terkait (berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 264/03-L/HK/2023), melakukan sosialisasi panduan Do’s and Don’ts untuk wisatawan, serta melakukan monitoring dan evaluasi di sejumlah destinasi. Dengan upaya ini, Bali dinyatakan sangat siap menyambut wisatawan.

“Kami memproyeksikan kenaikan kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun domestik mencapai 20 persen,” ujar Bagus.

Ketua GIPI Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana, menambahkan bahwa Posko Nataru di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, yang beroperasi sejak 18 Desember 2024, mencatatkan lonjakan wisatawan tertinggi pada 20 Desember 2024, dengan peningkatan sebesar 18 persen dibandingkan tahun 2023.

“Kami sangat bersyukur bahwa situasi saat ini menunjukkan peningkatan rata-rata sekitar 15 persen untuk kedatangan di bandara,” kata Ida Bagus.

Turut hadir Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani; dan Direktur Poltekpar Bali, Ida Bagus Putu Puja.

Sumber: Website Kemenparekraf

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *