Majalengka, JABARONE – LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kabupaten Majalengka meneguhkan arah perjuangannya melalui Rapat Kerja (Raker) yang berlangsung di Gedung Serba Guna Desa Cinambo, Kecamatan Bantarujeg. Agenda ini dihadiri pengurus distrik, perwakilan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) se-Majalengka, serta jajaran DPP GMBI.
Ketua Distrik Majalengka, Arip Suharjo, menegaskan pentingnya loyalitas kader terhadap garis besar perjuangan organisasi.
“GMBI Majalengka harus tetap satu komando. Setiap kader wajib menjaga komitmen, patuh pada AD/ART, serta mengawal Program Umum dan Garis Besar Haluan Organisasi,” ujarnya lantang.
Sebagai tindak lanjut, tiga gugus tugas strategis dibentuk:
- Gugus Tugas Pengamanan, yang disiapkan sebagai Tim Penggerak Kemanusiaan sekaligus memperkuat Brigade 133 dalam penanganan bencana.
- Gugus Tugas Penggerak Ekonomi, yang menjadi motor kemandirian ekonomi anggota.
- Gugus Tugas Publikasi, fokus pada digitalisasi lembaga dan penyebaran informasi publik.
Dari jajaran pusat, Ganda Permana, SH, Ketua Bidang Organisasi DPP, menekankan pentingnya kesinambungan program. “Formasi ini akan diterapkan di seluruh distrik Jawa Barat, sebelum diperluas ke tingkat nasional. Nantinya, setiap gugus tugas akan mendapat pelatihan khusus agar bisa langsung berperan di masyarakat,” ungkapnya.
Arahan lain datang dari Moh. Mashur, SH, Kepala Bidang Kaderisasi DPP, yang hadir secara daring. Ia berpesan agar kader tampil sebagai sosok teladan. “Kita harus solid, cerdas, bermoral, dan berani. Dengan begitu, keberadaan GMBI benar-benar dirasakan manfaatnya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum GMBI, Moh. Fauzan Rachman, SE, bersama Ketua Pelaksana Harian, Azizah Talita Dewi, S.Sos., MM, juga memberikan pandangan melalui sambungan hybrid. Mereka menyoroti strategi kelembagaan, adaptasi era digital, hingga kesiapan organisasi dalam merespons isu geopolitik nasional maupun global.
Dalam pesannya, Fauzan Rachman menekankan pentingnya pondasi moral.
“Perjuangan kita untuk masyarakat dan bangsa tidak boleh membuat kita lupa berbakti kepada orang tua dan menghormati guru. Restu orang tua dan keberkahan ilmu guru adalah kekuatan hakiki perjuangan GMBI,” ujarnya.
Raker ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi GMBI Majalengka, memperkuat basis organisasi, memperluas kiprah sosial-kemanusiaan, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi kader di tengah arus transformasi digital.***

Komentar