oleh

Menjaga Kesehatan Mental Setelah Lebaran: Mengatasi Post-Holiday Blues

JABAR ONE – Setelah melewati momen Lebaran yang penuh kehangatan bersama keluarga dan orang-orang terdekat, kembali ke rutinitas harian bisa jadi terasa berat. Perasaan enggan, kehilangan semangat, bahkan sedikit murung adalah hal yang cukup umum dialami. Kondisi ini dikenal sebagai post-holiday blues, yaitu suasana hati yang menurun setelah masa liburan berakhir.

Psikolog klinis dewasa Teresa Indira Andani, M.Psi., menyebut post-holiday blues sebagai hal wajar yang bisa terjadi pada siapa saja. Liburan memberikan lonjakan kebahagiaan dan relaksasi, tapi begitu aktivitas kembali normal, tubuh dan pikiran butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Bila tidak diantisipasi, perubahan suasana hati ini bisa memengaruhi produktivitas dan kesejahteraan mental secara keseluruhan.

Untuk mengatasi kondisi ini, Teresa membagikan metode T.R.A.N.S.I.S.I yang bisa diterapkan secara bertahap. Metode ini mencakup:

  • Tidur teratur, untuk mengembalikan ritme sirkadian tubuh agar lebih siap menjalani aktivitas harian.
  • Rencanakan hari-hari kerja pertama dengan aktivitas ringan seperti menyusun to-do list atau membaca email.
  • Atur ekspektasi, jangan langsung menuntut diri bekerja 100 persen. Adaptasi butuh proses.
  • Nikmati hal kecil, seperti menikmati secangkir kopi atau mendengarkan lagu favorit, untuk memberi otak stimulus positif.
  • Susun jadwal dengan prioritas jelas agar tidak kewalahan di awal minggu.
  • Ingat motivasi, dengan mengingat kembali alasan kita bekerja atau bersekolah.
  • Sisihkan waktu untuk merawat diri melalui aktivitas seperti olahraga ringan, meditasi, atau sekadar berjalan di luar ruangan.
  • Interaksi dengan rekan kerja atau teman, agar tetap merasa terhubung dan suasana hati lebih terjaga.

Teresa juga mengingatkan pentingnya bersikap realistis dan sabar terhadap diri sendiri. Fokus pada progres, bukan perfeksionisme. Memberi ruang bagi diri sendiri untuk kembali terbiasa dengan rutinitas justru akan membuat transisi berjalan lebih mulus.

Jika perasaan sedih, malas, atau kehilangan semangat berlangsung lebih dari dua minggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental. Konsultasi bisa dilakukan secara daring maupun langsung, tergantung kenyamanan masing-masing individu.

Menjaga kesehatan mental setelah Lebaran tak kalah penting dari menjaga fisik. Dengan pendekatan yang tepat, semangat dan fokus dalam menjalani aktivitas bisa kembali seperti sediakala—bahkan mungkin lebih baik.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *