oleh

Menurut ICT Institute, perubahan nama Kemenkominfo dianggap perlu.

 

JABAR ONE – Menurut Heru Sutadi, yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif ICT Institute, penggantian nama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital memang sangat diperlukan.

“Tentu perubahan nomenklatur diperlukan, karena ‘informatika’ saat ini sudah kurang relevan, karena ketika informatika digunakan lebih dari 20 tahun lalu, teknologi yang berkembang adalah teknik komputer yang identik dengan teknik informatika,” kata Heru saat dihubungi ANTARA pada Senin.

“Jadi kita mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih pada Pak Prabowo yang telah mengganti nomenklatur Kementerian Kominfo menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital,” katanya.

Heru mengemukakan bahwa dia pernah mengajukan ide untuk mengubah nomenklatur Kemenkominfo, karena ia merasa istilah “informatika” tidak lagi relevan dalam perkembangan teknologi saat ini. Dia menambahkan bahwa teknologi yang kini banyak dibahas adalah teknologi digital, seperti kecerdasan buatan (AI), big data, dan Internet of Things (IoT). Oleh karena itu, nomenklatur kementerian yang baru dianggap lebih sesuai dengan situasi terkini.

Selain itu, Heru menekankan pentingnya memilih wakil menteri yang memiliki keahlian di bidang digital, dengan pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman yang cukup dalam hal-hal seperti keamanan siber, perlindungan data pribadi, pembangunan infrastruktur digital, inovasi layanan digital, dan penerapan sistem pemerintahan digital.

Politikus Partai Golkar, Meutya Viada Hafid, telah ditunjuk sebagai Menteri Komunikasi dan Digital dalam Kabinet Merah Putih untuk periode 2024-2029, di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menggantikan Budi Arie Setiadi, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika dan sekarang menjabat sebagai Menteri Koperasi.

Jabatan wakil menteri komunikasi dan digital akan diisi oleh Angga Raka Prabowo dan Nezar Patria, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil menteri komunikasi dan informatika dalam Kabinet Indonesia Maju di pemerintahan Presiden Joko Widodo.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *