oleh

Mitos vs Fakta: Apakah Daging Kambing Penyebab Asam Urat?

JABAR ONE – Daging kambing kerap dituding sebagai biang keladi naiknya kadar asam urat, terutama setelah momen-momen perayaan yang identik dengan konsumsi olahan daging. Tapi benarkah daging kambing adalah penyebab utama asam urat?

Faktanya, asam urat terbentuk dari pemecahan zat purin dalam tubuh. Purin terdapat secara alami di dalam tubuh dan juga berasal dari makanan. Ketika purin dipecah, tubuh menghasilkan asam urat yang kemudian dibuang melalui ginjal. Jika produksinya berlebih atau pengeluarannya terganggu, kadar asam urat bisa meningkat dan menumpuk di sendi, menyebabkan nyeri khas gout.

Daging merah, termasuk kambing, memang mengandung purin, tetapi bukan yang tertinggi. Beberapa makanan laut seperti sarden, kerang, dan jeroan justru memiliki kadar purin lebih tinggi. Selain itu, minuman manis tinggi fruktosa dan alkohol, terutama bir, juga bisa meningkatkan risiko asam urat.

Yang sering dilupakan, masalah bukan hanya pada jenis makanan, tapi juga pada jumlah konsumsi. Makan daging kambing dalam porsi wajar, misalnya 1–2 potong tanpa lemak berlebihan, tidak serta-merta menyebabkan asam urat melonjak, apalagi jika diimbangi dengan air putih yang cukup dan pola makan sehat.

Jadi, menyalahkan daging kambing secara tunggal sebagai penyebab asam urat adalah mitos. Yang lebih tepat adalah mengontrol konsumsi makanan tinggi purin secara keseluruhan dan menjaga gaya hidup sehat.

Daging kambing bukan musuh utama penderita asam urat. Yang penting adalah porsi, frekuensi, dan keseimbangan pola makan. Jika ragu, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi agar tetap bisa menikmati makanan favorit tanpa khawatir kesehatan terganggu.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *